... urip opo anane kadyo ilining banyu, ora kedhuwuren gegayuhan, ora kejeron pasrahe ...

Wednesday, December 26, 2007

Susah senang, mulur mungkret

Manusia selalu mempunyai keinginan, yang bersifat sebentar mulur, sebentar mungkret, mulur lagi, mungkret lagi. Sifat ini yang menyebabkan rasa hidup orang sejak kecil sampai tua, pasti bersifat sebentar senang, sebentar susah, karena semuanya mempunyai keinginan. Jika tidak mempunyai keinginan, maka ia bukanlah manusia, dan tiap keinginan pasti bersifat seperti di atas tadi.

Jadi rasa hidup manusia sedunia ini sama saja, yakni pasti sebentar senang, sebentar susah. Sekalipun orang kaya, miskin, raja, kuli, wali, bajingan, rasa hidupnya sama saja, ialah sebentar senang, sebentar susah. Yang sama adalah rasanya senang-susah, lama-cepatnya, berat - ringannya. Sedang yang berbeda adalah halnya yang disenangi / disusahi.

Orang kaya senang dapat mendirikan pabrik dan orang miskin senang dapat mendirikan kendil (periuk nasi). Kesenangan kedua orang tadi pada hakekatnya sama. Seorang raja merasa senang bahwa ia dapat menyerbu sebuah kota lawannya. Sedangkan seorang kuli kereta-api merasa senang bila dapat menjelajahi gerbong-gerbong dan memboyong (mengangkat-angkat) koper. Kedua orang itu sama di dalam merasa senang. Seorang wali (orang sakti) merasa senang bila dapat terbang di angkasa, sedangkan seorang bajingan merasa senang pula dapat mencopet barang, kedua-duanya sama di dalam merasa senang.

Tetapi seorang miskin sering beranggapan bahwa orang kaya itu tidak pernah susah. Anggapan demikian itu keliru, sebab diri orang kaya pun berisi keinginan yang bila tercapai pasti mulur. Misalnya seorang kaya raya, memiliki perusahaan angkutan bus. Walaupun sudah mempunyai beratus-ratus bus, keinginannya tentu mulur. Ia tentu ingin mempunyai kereta api. Setelah mempunyai kereta api, pasti keinginannya mulur lagi, ia ingin mempunyai kapal laut. Sebelum keinginan mempunyai kapal laut tercapai, tiba-tiba ia menghadapi masalah berdirinya perusahaan bus baru sehingga ia merasa susah karena khawatir kalau disaingi. Maka orang kaya bagaimanapun, rasa hidupnya tentu sebentar senang, sebentar susah.

Demikian pula seorang wali sering dikira tidak pernah susah. Perkiraan demikian itu keliru, karena wali pun berisikan keinginan. Misalnya seorang wali yang sakti, seperti dalam dongengnya Sinuhun Kanjeng Sultan Agung di Mataram. Ia raja dan juga wali dan ketika ia hendak pergi ke Banten dengan jalan terbang, dan itu terlaksana, maka senanglah ia. Tetapi ketika hendak pulang ke Mataram, juru tamannya meninggalkannya, maka rontoklah bulu sayapnya, hingga susahlah ia. Jika wali yang bagaimana pun, rasa hidupnya pasti sebentar senang, sebentar susah.

Apabila mengerti bahwa rasa orang di dunia sama saja, yakni sebentar senang, sebentar susah, bebaslah kita dari penderitaan siksaan iri hati dan kesombongan.

17 comments:

Kang Dwi said...

Ooohhh, senangnya, bisa Ngeblog !! :-P

Tukang Nggunem said...

Sing jelas2 mulur mungkret aku yo ngerti...duwe pisan...huahahahaha.... satu lagi komen gak bermutu dari saya...Serius nek iki, yang namanya manusia memang selalu begitu, karena manusia diciptakan Gusti kang murbeng dumadi dengan dibekali napsu...nah napsu itulah yang bikin manusia seringkali gak pernah bisa merasa puas...saya kira orang baru bisa benar2 disebut saktikalo dia bisa mengalahkan napsu dalam dirinya sendiri, bukan begitu pak Lurah dhemit???

ichaAwe said...

yup benar..kan katanya hidup itu ibarat roda...kadang diatas kadang dibawah ... aku lagi dibawah mulu niy??? capek..pgn sekali2 berada diatas...

kw said...

hmm... keinginan, pie dab carane menghentikan? aku sekarang lagi pengen punya jam tangan guess kotak yang talinya kulit warna coklat, hape tipis dual operator gsm dan cdma. aku ingin keluar dari pekerjaan dan bisa jalan-jalan, tapi biar nyaman pengen beli honda jazz warna putih dulu.

lha gimana ini...
kkkekkekekkekek
pisss mannn

Anang said...

kadang kebahagiaan itu datang.. kadang pula penderitaan datang menghadang beginilah hidup yang harus kita tempuhi....

ichal said...

cerah sekali tulisannya kali ini!!

sekedar tambahan, KUNCI dalam kita menjalani semua ini adalah IKHLAS, ketika kita mendapatkan peran yang bernama "SENANG" kita harus menjalani dengan ikhlas dan senang hati. begitupun ketika tertimpa peran "SUSAH" tetap dengan senang dan ikhlas kita menjalaninya.

hahaha sok tau juga gue kadang2 ya!!!

cahgoblog said...

ngomomng opo to yur kok sampe mengkeret :D

Muhammad Mufti said...

Wang sinawang dalam hidup ini sering terjadi dimana kita tidak merasa puas dengan apa yang sudah kita miliki karena melihat orang lain punya kelebihan. Padahal roda dunia itu terus berputar sehingga kita kadang berada di bawah kadang di atas. Cuma soal perputarannya saja yang cepat atau lambat dalam hidup kita.

sayurs said...

#kang Dwi : wo.. lha bocah kiye ???

#panJoel : kasinggihan yayi..

#icha : rada macet kali rodanya Cha ha..ha.. semangad !!

#kar-win : kalem ae bro, segalanya akan terasa indah pada saatnya :D

#anang : setuju bro

#ichal : achmad albar on panggung sandiwara :D

#ebong : biasa bro, musim udan kan adem so mengkeret :P

#mufti : disamping cepat ato lambat juga becek berlumpur ato mulus juga jalannya ha..ha..

regsa said...

dan kadang karena terlalu bernafsu mencari kesenangan, kita akan terjerumus ke dalam kesusahan ..

*serius sekedar nyenengke situ ndes..men dianggap mbaca tenanan tulisan situ*

Ps ; Ikut bersila dalam doa untuk kota solo yang sedang tertimpa kebanjiran

Rey said...

"Tetapi seorang miskin sering beranggapan bahwa orang kaya itu tidak pernah susah".

Kau ndak usah meri gitu, kadang2 aku juga susah kok, bingung... bingung mikirin uang segini byk mo diapain, kekekekekkk :D

Yur, kowe kebanjiran ora? aku sesuk mulih nyang solo lho... arep kopdaran ora? ora yoo? hehehe :D Let me know yo yur...

Ani said...

Yup, sebenarnya semua manusia sama saja, senang susah sedih bahagia, datang silih berganti. Hanya saja kita selalu melihat bahwa rumput tetangga nampak lebih hijau daripada rumput dihalaman sendiri, jadi kita selalu mengira yang salah ttg orang lain.

GHATEL said...

Susah senang mulur mungret memang sudah menjadi bagian dari manusia... kalo lagi senang jangan lupa sama yang mungret, nah kalo lagi mungret yang jangan resah... coba diatasi mungrete....

geLLy said...

yur opo sing mulur mukret..^^::^^

itu hal manusiawi^^susah senang datang silih berganti namun hadapi semuanya dengan seyum,hanya sebuah seyum hidup ini terasa lbh ringan,apapun yg terjadi itulah yg terbaik sebaik apapun itu ^^::^^

Tiada manusia yg terlepas dari mungkret,N bila itu terjadi ya jangan terus mengkeret..karena itu hanya akan membunuh waktu N harapan belaka^^ttp memandang ke depaN..ambil hikmahnya aja,banyak hal yg menanti kita...


cemangat cayOOooOOoo...^^::0::^^

amethys said...

wah yur...emang gitu hidup didunia ini....hehehehe
klo aku selalu berharap semoga ngga melihat keatas, kekiri ato kekanan...aku memilih melihat diriku sendiri, nah aku nikmati semua yg terjadi padaku, Insya Allah aku mensyukurinya....dan jangan sampai mempunyai rasa iri hati melihat keberhasilan/kebahagiaan/kekayaan orang lain....(keinginanku adalah hidup "cukup": cukup untuk diri sendiri dan cukup untuk nolong orang lain, cukup untuk jalan2, beli apa yg aku ingin....pokoknya cukuppppp itu aja....=))

Dony Alfan said...

Ternyata menjadi mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna itu tidaklah mudah ya?
Dadi wedhus wae yuk, mbeeekkk...

sayurs said...

#ki regso :...
*suwun banget lho sempet ngisi komen nang kene, suwun..suwun..*
menyane jo lali..

#regita : hoi bangun hoii..
kopdar ? waduh.. hmm.. piye ki.. wah.. eh..

#bunda Ani : *takzim* *mangut2*

#topan : ben ra mungkret celup nang lengo pet bro

#gelly : thats rights sist, keep spirit !!

#wieda : klo bisa cukup untuk beli dunia seisinya :P

#dony : dadi wedus ? nekat kowe.. tonggoku jagal le..