... urip opo anane kadyo ilining banyu, ora kedhuwuren gegayuhan, ora kejeron pasrahe ...

Sunday, December 9, 2007

Menantu

Ketiga menantu, semuanya perempuan, mengumpulkan suami-suami mereka dan menghadap mertua pria. Intinya mereka protes keras. Mertua wanita, kata mereka, terlalu dominan dan pilih kasih. Sedang mertua pria, terlalu lemah, tidak bisa jadi contoh ketegaran seorang pria.

"Dalam ajaran agama kan juga ada, pi," kata menantu pertama, "istri itu harus tunduk pada suami."

"Benar, pi. Papi tidak boleh takut sama mami," sambung menantu kedua.

"Walau papi sudah tidak kerja, tetapi papi ini laki-laki, tidak boleh bersikap lemah terhadap mami," kata menantu ketiga pula.

Sementara mereka "unjuk rasa", para suami mereka duduk dengan manis dan menganguk-angguk kepala tidak berdaya.

Ketiga menantu perempuan itu, menuntut sang mami untuk tunduk kepada sang papi, pakai comot ajaran agama pula, sementara kaki mereka sendiri berada di atas kepala suami masing-masing.
Paling mudah memang melihat selumbar di mata orang lain, walau ada balok di mata sendiri. Menuntut orang lain begini dan begitu, sebenarnya sah-sah saja, sejauh kita sendiri melakukan apa yang kita tuntutkan itu.

15 comments:

adekjaya said...

sori aku ngemblak ma bengi..ga dengar sms mu..

kuwi pribahasane koyok semut diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata ga tampak yo? hehehehe..

geLLy said...

yupi menilai org lain itu lbh jelas..^^O^^dari pada menilai diri sendiri..tp juga tergantung pribadi masing2

sepurane,aku binun gomong apa ini...^^tp aku tertarik ama cwok yg lbh di hormati ama cweknya

aku pengeN kayak gtz..^^O^^kayaknya seorg cwok lbh berwibawa...cuit2^^

Kang Dwi said...

Like father, like son!
Podho-podho memble!

regsa said...

curahan hati sebagai suami po piye..?

Agaz said...

walah.. wis kepingin dadi wong tuwo opo pancen wis tuwo? yo sebagai lelaki harus bisa tegas dan menjadi pemimpin RT (rumah tangga).. apapun, sebagai lelaki harus menjadi figur yang dihormati dlm keluarga.. bener ra yo ?? :))

GHATEL said...

Mantumu genyo mas...

amethys said...

waaa...emang mau nyari istri yg tukang nginjek?
hihihi......tak pikir omah2 itu dasarnya "respect" jadi saling menghormati tapi ndak saling membatasi....hehehe hanya harus tau batasnya....getuuu (menurutku looh....menurutku..yen ga stuju ya gpp)

Bunda Ofa said...

Pesen moralnya OK bangetsss om :)

Btw Kalo' jadi suami semoga jadi suami yang sholeh... nah kalo' jadi istri semoga jadi istri yang sholehah... Amien... :)

Evi said...

hehehe....ilustrasi yg bagus.

hanum said...

berani mengejek itu gampang, berani menghujat itu gampang, tapi tidak sembarang orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri...

Para menantu-menantu itu termasuk pemberani yang pengecut...

Salamatahari,

Mufti AM said...

ISTI = ikatan suami takut istri
Tidak sesuai kenyataan dengan apa yang diproteskan.

ichaAwe said...

ya gitulah... hrs sering2 introspeksi diri...

ordinary said...

*mode tersapu-sapu on*
numpang nyampah ajah
ingat PRmu yur... 8 resolusi buat 2008

mitora in life said...

hmmm, ia ya... ^_^

sayurs said...

#kadek : ngemblak = dadi gemblak ?? hii, nggeblak kamsute ? ha.ha..

#gelly : pengen jadi cowok maksutnya Gel ?? he..

#kang Dwi : bojone sing sing gal-gil kang.. ha..

#regza : pekeling nggo kowe mengkone le..

#agaz : kira gitu kali ya Gaz

#topan : mantumu kuwi..

#wieda : idealnya gitu sist

#bunda Ofa : amin... amin... amin... :))

#evi : ah.. hmm..

#hanum : tenang.. tenang.. mereka udah tak kirimi granat

#kang mufti : tapi kok yo akeh sing ngono ya kang

#icha : semoga..

#may : syukur klo krasa.. akhirnya..
PR ? hmmm..

#mitra : sip dah (???)