... urip opo anane kadyo ilining banyu, ora kedhuwuren gegayuhan, ora kejeron pasrahe ...

Tuesday, March 30, 2010

Dia bukan cuma pendukung

Apakah Tuhan benar-benar ada ?
Dimana Dia saat ini ?

Pertanyaan ini sering kali muncul pada orang yang sedang dalam penderitaan. Kegagalannya membuat orang itu menggugat Sang Pencipta. Mengapa orang menjadi ingat Gustinya disaat dia masuk dalam masa gelap? Adilkah dia kalau menuntut Tuhan untuk berlaku adil? Pada saat dia membuat rencana, Penguasa itu tidak dilibatkan. Dia merasa dengan apa yang dimilikinya mampu menyelesaikan masalahnya, namun setelah tidak mampu maka dia menyalahkan Tuhan. Jika dia tidak memasukkan Tuhan dalam rencananya mengapa dia sekarang menuntut Sang Pengatur itu. Dalam hidup sehari-hari Tuhan sering menjadi kernet, sedangkan manusialah sopirnya. Dia hanya dimasukkan dalam rencana manusia, padahal Tuhan adalah maha kuasa yang mempunyai rencana yang jauh dari kemampuan akal budi dan perhitungan manusia. Sering kali manusia tidak mau mencari kehendak-Nya, sebab dia sibuk dengan kehendaknya sendiri. Manusia tidak mau mencari tahu rencana-Nya sebab dia sudah yakin akan rencana hidupnya sendiri. Tidak berusaha menjalankan rencana-Nya, sebab dia tidak melihatnya.

Sering kita hanya melibatkan Gusti Yang Perkasa dalam sebagian rencana kita. Kadang kita mengatakan bahwa sebelum menjalankan rencana, kita sudah berdoa agar semuanya berhasil. Dalam hal inipun kita hanya memasukkan Tuhan sebagai pendukung rencana kita. Beliau tetap sebagai kernet yang dibutuhkan ketika dalam menghadapi bencana atau untuk mendukung keinginan. Jika demikian, kenapa Dia dimintai tanggungjawab?

Kepasrahan bukan hanya keberanian untuk hidup saat ini, melainkan juga keberanian memposisikan Sang Pengatur sebagai sopir dan memposisikan diri sendiri sebagai kernet. Manusia yang mengikuti kehendak Gustinya dalam hidupnya. Namun ini masih butuh perjuangan. Jika kita mau berpasrah, kita tidak perlu terlalu gundah saat mengalami episode kelam dalam perjalanan hidup ini. Kita akan tetap bersemangat untuk berjuang mempersiapkan hari esok. Jangan putus asa dan meratapi masa lalu atau kegelisahan masa datang. Semua dikembalikan pada Gusti, Sangkan Paraning Dumadi.

1 comment:

liliks said...

Namanya juga menungso mas. Unsur sombong dan angkuhnya sangat kuat. Tapi ketika menungso mencapai titik Zerro Mind Process, pertolongan dari Yang kuasa pasti datang juga.