... urip opo anane kadyo ilining banyu, ora kedhuwuren gegayuhan, ora kejeron pasrahe ...

Wednesday, May 19, 2010

Langit

Langit memang selalu menyimpan rahasianya sendiri. Upaya kita untuk menguaknya sedikit demi sedikit, selalu membuka selapis pintu dan kita lalu memasuki ruang berisi ribuan pintu lagi yang tertutup rapat. Lalu apakah rahasia itu? Ya, kita berjalan dengan meraba sesuai asumsi yang kita tetapkan sendiri. Kita berjalan dengan keyakinan sesuai dengan teori yang kita susun sendiri. Lalu, bagaimana jika ternyata bahwa segala asumsi dan teori yang kita pakai itu ternyata salah? Siapa yang bisa tahu? Siapa yang bisa memastikan suatu kebenaran? Bukankah dengan memastikan suatu hal berarti bahwa kita mematikan asumsi dan teori lain yang kelihatan tidak masuk akal, tetapi boleh jadi lebih mendekati kenyataan. Ya, siapa tahu Tuhan saat ini memandang kita sambil tersenyum. Dia mungkin tersenyum saat kita, dengan bangganya mengakui bahwa kita bisa tahu pikiran-Nya. Tetapi ternyata yang kita temukan hanya rembesan kecil air dari samudera yang luasnya tak terkira. Sama seperti saat kita memandang langit yang kelam di malam hari sambil menikmati masa lalu. Apa yang ada sekarang dan saat ini bahkan dalam mimpi pun tak pernah bisa kita pikirkan. Sungguh, inilah kehidupan kita.

Malam ini aku menatap langit. Ada ribuan cahaya berkelap-kelip di atas sana. Dan ada pula awan-awan putih yang membias bagaikan suatu gugus cahaya yang kabur. Anehnya, aku langsung teringat pada ribuan wajah yang kutemukan hari ini. Wajah-wajah yang masing-masing menyimpan ekspresinya sendiri secara unik dan tak tergantikan. Wajah-wajah yang menyembunyikan rahasia perjalanan hidup mereka masing-masing. Hidup. Inilah realitas itu. Wajah seorang gadis kecil yang nampak tersenyum tersipu-sipu. Wajah seorang nenek tua yang murung. Wajah seorang dara cantik yang ceria. Wajah seorang kakek yang memantulkan keangkuhannya karena telah menaklukkan sang waktu sejauh usianya. Wajah-wajah kita semua. Wajah-wajah asing tetapi nyata. Wajah-wajah hidup. Ah langit, bisakah kau mengisahkan padaku alasan keberadaan kami semua di dunia yang beraneka ragam ini? Mungkin disinilah kita akan dapat menemukan senyuman Tuhan. Senyuman pada kemanusiaan kita. Dan pikiran Tuhan pada pikiran setiap pribadi yang berbeda-beda.

Saat mencari aneka solusi dalam menghadapi aneka macam persoalan kehidupan yang sedang kita alami sekarang, kita semua sedang dan akan menuju pada satu Tuhan Sang Maha Pencipta. Inilah kepastian itu, teman. Inilah kepastian itu.

5 comments:

Gudang Ilmu said...

wah indah sekali kata2nya
langit memang hal yang paling menakjubkan untuk di teliti dan paling misterius dari apapun karena langit sangat luas wah kalua sama saya gak kebayang

Fiz said...

... di setiap tabir ada beberapa tabir lagi, dan begitu seterusnya. Mirip yang pernah dikatakan Bapak dulu... :)

zee said...

Menatap langit saat malam memang tidak pernah bosan. Ada keindahan yang dalam di sana.

Joell said...

Semakin matang saja isi blog ini..moco sepisan ra mudeng, moco ping pindo tetep ra nyantol, moco ping telu durung tekan rampung akhirnya menyerah..melu seneng ngerti kabarmu apik2 wae (ditandakan dengan updatenya blog ini)

liliks said...

Blue sky............
I like it.