... urip opo anane kadyo ilining banyu, ora kedhuwuren gegayuhan, ora kejeron pasrahe ...

Tuesday, November 11, 2008

Experiential Learning

Explore your self and let the nature teaching


Experiential learning sebagai salah satu metode pembelajaran, bagi saya sangat menarik, karena dengan metode belajar seperti ini sangat mudah diingat dan sulit untuk dilupakan. Dampaknya akan jauh lebih kuat. Metode ini seakan miniatur sebuah proses belajar dalam kehidupan. Banyak orang menjalani hidup, tersungkur, terperosok hingga ke titik minus, maka setelah itu, mereka baru tersadar dan mampu mengambil hikmahnya. Kadang kesadaran dari benturan itu sudah sangat terlambat.

Banyak sekali kejadian orang yang terperosok, karena kebiasaannya mencuri, korupsi, dan ketika terungkap dan tertangkap, maka sudah hancur semuanya. Begitu kesadaran timbul, begitu titik kebenaran mulai menyinari hatinya, maka semuanya sudah berbeda. Tenaga sudah habis, sahabat sudah pergi, dan usia semakin senja. Kadang kesadaran akan hal-hal kebaikan begitu terlambat datangnya. Siapapun yang mengalami keterpurukan, pasti dalam hatinya akan berkata: "Seandainya aku menghentikan tindakan burukku sebelum ini, maka aku tidak akan seperti ini."

Metode belajar dengan experiential learning, seakan membuat sebuah episode kehidupan dalam waktu beberapa hari saja atau hanya beberapa jam saja, sehingga akan muncul kesadaran-kesadaran yang kuat akan hal-hal positif: Pentingnya berbuat baik, pentingnya sebuah kejujuran, bagaimana berkomunikasi, bagaimana menjalin kerjasama, bagaimana menyelesaikan masalah bersama, bagaimana memotivasi, kesadaran akan pentingnya percaya diri, percaya pada rekan, bahkan hingga pengalaman perjuangan yang tidak mengenal mundur atau pantang menyerah. Harus bisa dan ternyata bisa.

Sayangnya kita tidak cukup waktu untuk mengalami semua kejadian itu agar kita belajar. Kita tidak memiliki waktu untuk menjalani semua rangkaian cerita kehidupan. Untuk itulah kita perlu belajar dari orang lain, kita perlu belajar dari pengalaman orang lain. Atau kita membuat miniatur kehidupan dengan experiential learning (belajar dengan mencoba mengalaminya). Melalui permainan permainan yang sudah didesain sedemikian rupa, melalui skenario-skenario tertentu, agar kita mengalami suasana dan perasaan tertentu.

Dalam experiential learning, menemukan formula-formula. Jika dalam sebuah kelompok ada yang arogan, maka tim itu akan gagal dan lambat dalam masalah A, Jika kelompok itu dominan dengan orang yang pasif, maka akan gagal dalam kasus B, Jika ada tim yang memiliki tipe pemikir yang banyak pertimbangan, maka mereka akan kalah dalam game C. Itu bisa menjadi sebuah pola.

Belajar dengan mengalami, memiliki sensasi tersendiri, belajar dengan mengamati juga memiliki kenikmatan tersendiri, namun pasti bila anda tidak belajar, maka sensasi-sensasi kehidupan itu tidak bisa merambah dalam kehidupan anda. Mungkin anda hanya menjalani dan memenuhi kebutuhan hidup anda. Mungkin anda hanya tertarik dengan uang! Mungkin anda hanya tertarik dengan wanita cantik atau pria ganteng dan kaya.Ternyata kenikmatan tidak hanya sebatas hal itu. Anda bisa menikmati dinginnya udara pegunungan sambil menghirup secangkir kopi panas. Anda juga bisa menikmati berdebarnya jantung ketika anda akan meloncat dari ketinggian lima belas meter dari atas pohon. Anda bisa menikmati kengerian menuruni tebing, melewati jeram-jeram sungai, meluncur terbang disela-sela kanopi pohon, bahkan anda bisa menikmati camping di tengah rimba belantara.

Anda ingin mencoba ?

-- dari berbagai sumber

24 comments:

sahabat senja said...

pengen camping nang hutan ning wedi ulo ki piye le hehehehehe

Dony Alfan said...

Aku pengen, yur!
Jangan cuma promo doang, kapan kih ngajak aku?
Nb: ngilang neng ndi wae,le?

Wahyu Riyadi said...

experimental learning.
memang ada ya program game yang begitu. miniatur singkat kehidupan.
waaah.. saya mau dunk.

haniyah sofyan said...

[//]... hmmm jadi penonton aja deh takut jatuh, takut luka dll ...[//]

mew da vinci said...

hmmm nice!
salah satu poin yang saya tangkap di sini adalah pandai bersikap dan beradaptasi. :D

btw, kemana aja mas? kok baru kelihatan?

Tukang Nggunem said...

Tenanan ki kang, kowe ojo ngajak si doni nek meh acara2 ngono..mangane akeh, tur wegah mlaku adoh, dadi jelas mung ngrepoti...hahahaha..

Btw kayaknya makin lancar aja ni bisnis dengan alamnya, sukses terus ya...

Rey said...

whaaa pengen banget... tp jauh yaa? wkakakakk Doni, emoh mlaku adoh2... hahaha :D

Eh pakde, nyang endi wae? ra ono kabare...

Elys Welt said...

foto2nya bikin iri nih

ciwir said...

salam kenal...

tulisan terbaru : Quick Count

ciwir said...

salam kenal.. aku jiga cah solo tapi saiki nyang magelang raya...

btw, tukeran links dipasang neng blogroll yaw?
punya mu dah tak pasang

regsa said...

dadekno wong liyan pangilon kanggo awakmu
(ra nyambung yo ben)
Judule nek ditranslet boso wonigiren,apo ?

Mufti AM said...

wah, aku suka banget tuh yang berbau-bau hutan dan rimba macam begini. Tapi kalo yang manjat2 takut ah...

dEEt said...

wah, seumur2 dt gak prnh ikut camping.. X(

padahal sih pengen ngerasain jg tidur di alam luar gitu..

maybe someday..

NdaH said...

mau mau
dirimu kan yang ngajarin
hi hi hi

JustYulia said...

maU bangEtttt...
kaPan aCaraNya??? ;P

agaz said...

saya ingin mencoba... tapi kapan ya? ada yang mau ajak saya ga ya?

aisha_putri said...

mau

blogos said...

mas bagi-bagi pengalaman juga di sarasehan blogos ya... bsk ahad di sgm. detil di http://kentingan.wordpress.com

sayurs said...

# bulik Ida a.k.a sahabat senja: justru yang kita harapken adalah : mengendalikan rasa takut itu..

# dony: aku yo pengen Don.. *halah8

# wahyu: begitulah.. belajar dengan mengamati dan merasakan lebih "nendang" sukses bro !!

# hani: mari kendalikan rasa takut itu, jangan terkekang oleh rasa takut akan sesuatu yang belum jelazz..

#mew: gitu juga boleh..
biasa.. kesana kemari he..he..

#panJoel: opo iyo nJoel..
Amin.. Amin..

#rey: ga harus jauh2 kan bulik, yang penting esensinya.. *halah*

#elys: he..he..

#ciwir: kenal balik, suwun wis mampir.. sukses !!

#regsa: ra mung wong liyan, nanging ugo jagad sakisine bisaa dadi pengilon..
translet: "pasinaon kanthi ngrasakke langsung" yake ngono ya.. :P

#mufti: lets go to the jungle..

#deet: hayo.. segera.. segera... asyik bener lho.. :D

#nDah: mari belajar bersama..

#yuLia: kapanpun dan dimanapun mari belajar..

#agaz: ayo bro.. yen perlu dikau yang menghelat..*tapi kapan kobermu* :D

#aChan: segera !! :P

#blogosssss: suwun undangane, tak usahakno..

Ndoro Seten said...

back to nature kang!
Semua yang alamiah memang jauh lebih bermakna yo kang?

jelajahiDuniaEly said...

OOT : aku ganti alamat blog nih nggak di elys welt lagi , kalau ada waktu mampir, maturnuwun

franciska dyah said...

bermain2 di alam bisa membikin ketagihan n pengalaman yg tak terlupakan...

icHaaWe said...

wah seru sekali niy campingnya...
jd inget jaman aku pas aktif pramuka dulu

flower_lily said...

Learning by Doing

Jangan jadi komentator kalo belum pernah jadi pemain

Learning Last Forever