... urip opo anane kadyo ilining banyu, ora kedhuwuren gegayuhan, ora kejeron pasrahe ...

Saturday, September 20, 2008

Bulan suci

Bulan Ramadhan sering disebut bulan suci meski dalam Al Quran tidak ada pernyataan mengenai label suci ini. Bahkan banyak orang yang berlebihan dalam mensucikan bulan ramadhan, dan sambil mengatasnamakan Tuhan mereka melakukan kerusakan atau kezaliman. Yang begini ini yang malah merusak Islam dan mencemari kemuliaan umat Isalm. Lha wong bulan Ramadhan itu bulan yang didalamnya kita diseru untuk melatih diri agar kita bisa mengendalikan hawa nafsu, kok malah ada yang anarki.

Warung nasi dan restoran yang buka di siang hari selama ramadhan itu ya untuk mereka yang berat menjalankannya. Warung makanan buka di siang hari itu untuk memenuhi kebutuhan orang yang sedang sakit, orang-orang yang amat berat pekerjaannya, orang yang sedang dalam perjalanan jauh alias musafir, dan bagi mereka yang beragama lain. Sang Maha Pembuat aturan memberi toleransi bagi mereka yang tidak mampu menjalankan aturan-Nya, dan sudah disiapkan pula panduan mekanisme kompensasi penggantinya. Kembali lagi, warung makanan yang buka pada siang hari itu tidak ditujukan kepada yang berpuasa. Yang berpuasa kalau mau jujur dan positive thinking pada dirinya ya tidak akan membatalkan puasanya gara-gara melihat ada warung yang buka.

Gusti Yang Maha Pemurah menghendaki kemudahan bagi manusia dan tidak menghendaki kesukaran. Termasuk tidak adanya larangan bagi umat yang memang jalan rejekinya dengan menjajakan makanan atau membuka warung makan. Sayangnya banyak orang yang malah tidak bisa menerima pernyataan Allah tersebut. Jelas, Sang Khalik memberikan kemudahan, tapi kita sok kuasa dan akhirnya memberikan kesukaran bagi orang lain. Bagaimana kita bisa bersyukur bila perilaku kita menyulitkan orang lain? Sekali lagi Beliau tidak menghendaki kesukaran pada umatnya dengan merumitkan term of conditions atas segala sesuatu.

Ada yang atas nama demi menghormati orang-orang yang berpuasa pada bulan ramadhan maka mengeluarkan larangan ini itu bahkan menyempatkan diri mengobrak-abrik tempat-tempat maksiat. Apakah tempat-tempat itu menjadi boleh (atau halal) melanggengkan maksiat saat ramadhan telah lewat? Apakah orang-orang yang menjalankan puasa-puasa sunah di luar ramadhan tidak perlu dihormati hanya karena mereka minoritas, sehingga yang perlu dihormati hanya pelaksana puasa ramadhan yang dijalankan serentak bersama-sama orang banyak ?

Berpuasa itu bertujuan untuk meraih sesuatu yang luhur, yaitu untuk membangun diri hidup di jalan yang benar. Dengan berpuasa sebulan penuh kita dididik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga kita bisa merasakan bahwa Gusti Pengeran itu dekat dengan kita. Merasakan dekat dengan-Nya adalah anugrah yang tiada terkira. Lha kok untuk mendapatkan itu kita maunya godaan-godaan yang ada dihilangkan, bahkan jika perlu dengan anarkis dan menyengsarakan orang lain. Bukankah semakin berat godaan atau ujian yang kita terima maka semakin besar pula peluang hikmah dan reward yang akan kita dapatkan? Makin besar rintangan yang kita hadapi maka makin lebar pula kesempatan kita meningkatkan iman jika kita berhasil melewatinya. Semoga..

gambar: Puncak Mahameru, Jatim, 2002

19 comments:

regsa said...

Puji syukur Marang Gusti.. akhirnya kamu kembali ke jalan yang benar..

Ngatini said...

asal puasanya jangan sekedar gak makan gak minum doang..
daripada gitu ya mending gak usah puasa aja..ya gak? kalo gitu hari ini sarapan di mana ya??

astrid savitri said...

Begitulah, manusia kadang lupa bhw dia manusia..bukan Tuhan dan juga bukan setan.

ironepunx said...

Met menjalankan Puasa kang :)

Dony said...

Alhamdulillah sampai saat ini belum bolong, tapi mungkin amalan puasanya banyak berkurang, hehe

lady said...

link saya harusnya udah ganti posisi lho.. sekarang saya ga di malang lagi, melainkan di solo spt njenengan :)

Mufti AM said...

Dibutuhkan kesabaran yang lebih dalam hal ini. Nafsu bisa menjerumuskan siapapun, termasuk nafsu yang ingin menunjukkan seakan-akan dirinya benar sehingga muncul tindakan anarkis.

sayurs said...

#regsa: belum kakang, masih tetep berusaha ke arah itu, Suwun..

#ngatini: ah ibu ini, segera !!

#astrid: lha ya itu masalahnya.. (lho??)

#irone: Suwun.. suwun..

#dony: sukur yen ngrumangsani.. :D semanagat !!

#lady: siap bu, langsung !!

#mufti: begitulah kang, moga kita ga katut esmozi..

NdaH said...

duh binun mo komen apa
ya gimana ya kalo warung2 ditutup siang hari kan negara kita bukan negara islam masi ada kaum minoritas susah juga sih

elys welt said...

kok nggak ada yang berani sama FPI ya ? heran ... ngasih contoh yg nggak baik dan nggak tahu malu, puasa gituh lho kok malah mereka ndak bisa mengendelikan nafsu mereka, jadi percuma donk puasanya

franciska dyah said...

*manggut-manggut* secara saia kadang mkn siang di warung makan
maaph saia ndak puasa sih.....

Btw selamat menjalankan ibadah Puasa :) 6 hari lagi kan ya... ^^

gus said...

Puji Syukur marang Kang Murbeng Dumadi, akhirnya saya tersesat di Blog yang Benar.....

Ndoro Seten said...

sebenarnya yang terjadi adalah sebagian oknum ummat yang sudah merasa suci!

zee said...

Biasanya org klo puasa itu susahnya bukan lapar hausnya tp menahan hati dan mulut. Huuu.... apalagi yg doyan gosip, bs ga tahan. Jd emg bener klo dibilang puasa itu berat.

reekoheek said...

mantep... salam kenal :)

sayurs said...

#ndah: yupz,lagian klo emang jalan rejekinya lewat warung itu, trus bijimana dong nafkah buat kluarganye,ya kan ?

#elys: ga da yang brani? males aja ma mereka, susah ngobrolnya - mereka ga nyambung.. ha..ha..

#dyah: sip, suwun..

#gus: ah opo to,mari saling belajar..

#ndoroseten: nha itu masalahnya yang menjadi pangkal ketidak harmonisan umat..

#zee: right mom.. ya semoga rahmat-Nya bisa menghadirkan self control pada diri ini..

#reeko: suwun.. kenal balik..

niazor said...

Dalam kerendahan hati, ada ketinggian BUDI, dalam kemiskinan harta ada kekayaan JIWA, dalam kelembutan lidah ada keterlanjuran KATA, dalam gurau senda tentu ada salah dan dosa. Mohon dimaafi segala-galanya, semoga kita dirahmati Allah swt sepanjang masa…Salam Eid Mubarak

lutfia insani said...

kang mas ini bener-bener ilmu kebatinan sekali.. :D

eka said...

Assalamualaykum,
mampir ahh....
salam kenal ya