... urip opo anane kadyo ilining banyu, ora kedhuwuren gegayuhan, ora kejeron pasrahe ...

Monday, February 2, 2009

dua ribu sembilan ?

Disaat yang lain menyambut tahun anyar ini dengan segala gegap gempita postingannya, saya justru makin tenggelam dalam ketidakberdayaan untuk bahkan sekedar blog walking. Ketika rekan-rekan blogger Solo menggeliat pesat dengan membentuk komunitas yang langsung melaju kencang dengan berbagai kopdar dan program-programnya, saya bahkan minim -tepatnya baru satu kali- berkesempatan ikut ketemuan bareng mereka-mereka. Waktu itu ikut jagongan di tempat pakDhe Blonthanx dulu, itupun saya hanya mesam-mesem plus plonga-plongo thok.

Interaksi saya dengan dunia maya memang semakin jarang, yah.. sebagai kuli kasar, saya memang lebih akrab dengan dunia lapangan yang hanya berhubungan dengan keringat dan okol serta tentu saja jauh dari yang namanya cyber tech.

Dari 86 postingan di 2007 turun drastis menjadi hanya 34 kali posting di 2008, itu pun cuma tulisan yang semakin ngayawara, ga jelas arahnya. Ah mbuh lah.. *lho??*

Intinya, kepada segenap sidang bloger, tanpa mengurangi rasa hormat kepada panjenengan semua, saya mohon maaf bila sampeyan mampir ke tempat ini dan masih menjumpai suguhan yang stagnan itu-itu saja. Sekali lagi mohon beribu maaf, terutama juga kalau saya belum berkesempatan membalas beberapa komen atau kunjungan panjenengan semua. Akhirnya, selamat untuk teman-teman Soloraya dengan komunitas Bengawan.org-nya, juga rekan-rekan yang sempat mampir di Solo, sukses buat anda semua.

Keep spirit and let's fight !!

Wednesday, December 31, 2008

Pencuri kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir, kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia ! Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawar di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir, “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih.” Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih !". Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Kok milikku ada di sini erangnya dengan patah hati, jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Selamat tahun baru, mari lebih berintrospeksi…