NENEK MOYANG MANUSIA ?
Tiga ekor kera duduk di atas pohon kelapa membicarakan hal-hal yang dikatakan mengenai mereka. Kata salah satu kepada yang lainnya:
"Hai kau, dengarlah, ada desas-desus yang tidaklah benar, bahwa manusia berasal dari ras kita yang mulia. Sungguh merendahkan pemikiran itu!
Tak pernah ada kera yang meninggalkan isterinya, membiarkan bayinya kelaparan dan merusak hidupnya sendiri, dan kau tidak pernah tahu ada ibu kera meninggalkan bayinya untuk tinggal bersama kera lain, atau menyerahkanya dari tangan yang satu ke tangan yang lain hingga mereka hampir tidak tahu siapakah ibu mereka.
Dan hal lainnya yang tak akan pernah kaulihat, seekor kera membangun pagar sekeliling pohon kelapa dan membiarkan buah kelapanya terbuang sia-ia, melarang kera-kera lainnya untuk mencicipi. Untuk apa, jika aku memasang pagar sekeliling pohon, kelaparan akan mamaksa engkau mencuri dariku.
Satu hal lagi yang tak akan dilakukan seekor kera, keluar malam hari dan bermabuk-mabuk, atau menggunakan pistol atau gada atau pisau untuk mengaambil nyawa kera lainnya. Ya, kawan, manusia bernenek-moyang. Tetapi, mereka bukan berasal dari kita !"
sumber : OUR DAILY BREAD
Bagi yang pernah berurusan dengan birokrasi swasta maupun pemerintah di republik ini, pasti tidak asing dengan ungkapan yang mengatakan "kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah". Itulah ungkapan yang menggambarkan buruknya sikap mental para birokrat yang seharusnya punya kredo melayani publik, namun sebaliknya justru mereka yang akhirnya harus dilayani publik. Tak heran jika kita mengurus perizinan atau proses tertentu, maka dengan segala kelihaiannya para birokrat itu akan mempersulitnya. Akibatnya urusan jadi bertele-tele dan benar-benar menyita waktu. Jika kita takluk, maka mau tidak mau harus merelakan sejumlah uang untuk mempercepat urusan tersebut. Kebiasaan ini pula yang melestarikan mental korupsi di masyarakat kita. Jadi, ungkapan tersebut benar-benar menjadi penyakit mental yang luar biasa mengesalkan dan merugikan.
Ungkapan tersebut sebenarnya bisa diterapkan secara positif bagi pengembangan diri. Lho, bukankah jika semakin banyak orang melakukannya, maka akan semakin runyam pula situasi yang kita hadapi ?
Begini, misalnya saja anda yang cenderung mudah sekali kehilangan kepercayaan diri. Akibatnya, segala hal yang anda lakukan jadi buruk hasilnya. Nah, seandainya saja ada formula yang membuat anda bisa ‘mempersulit’ munculnya rasa kurang percaya diri tersebut, tentu pekerjaan yang anda lakukan bisa memberi hasil lebih baik. Kemungkinan besar kinerja anda akan lebih bagus hasilnya jika anda bisa melakukannya dengan penuh percaya diri. Jadi titik perhatiannya adalah mempersulit munculnya rasa kurang percaya diri.
Sesederhana itulah prinsipnya. Persulit munculnya hal-hal atau kebiasaan negatif. Dengan strategi itu, kemungkinan anda bisa lebih matang dan efektif sebagai pribadi. Hal atau kebiasaan negatif apa saja yang harus dipersulit atau tidak boleh dipermudah kemunculannya? Rasa malas, kemarahan, negative thinking, kecerobohan, rasa takut dan lainnya yang tentu anda lebih mengetahui apa yang ada pada diri anda.
So, get positive and keep spirirt !!
sumber : cerita motivasi