Kegelapan batin tidak hanya menjadikan gelap bagi jiwa seseorang, tetapi menimbulkan keonaran dalam keluarga, kericuhan di masyarakat, kekerasan, kekejaman, tawuran, pelecehan hukum, dan pembunuhan. Kegelapan batin yang bersekutu dengan kekuasaan, senjata, bahkan teknologi akan menghancurkan tatanan dunia, peradaban, dan kemanusiaan. Bumi ini menangis menyaksikan perilaku manusia dalam amuk kegelapan.
Lalu, adakah harapan bagi kedamaian? Tiap umat beragama harus mempunyai harapan itu, betapapun lemahnya cahaya itu. Kita melihat sumber kehancuran: keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin ada serta berasal dari dalam diri tiap orang. Betapaun sulitnya, adalah kewajiban tiap orang untuk membangun dan mengukuhkan keyakinan atas tanggung jawab terhadap tiap perbuatannya. Moralitas menghargai semua kehidupan, mencintai sesama, menerima perbedaan sebagai realitas kehidupan, harus menjadi tema utama pendidikan seutuhnya. Moralitas mencintai dan mengasihi akan membuat seseorang mampu mengendalikan diri dan memahkotai hidup kesehariannya dengan etika.
Sungguh tidak mudah menembus kegelapan batin dengan moralitas kasih sayang bagi semuanya. Tetapi, marilah kita mengajak diri sendiri dulu untuk membuat komitmen kuat dan latihan mental terus-menerus dalam mengusir kegelapan batin dengan moral mencintai dan mengasihi. Tanpa komitmen kuat dan konsistensi mental, kegelapan yang menyelimuti dunia ini tidak mungkin bisa pudar hanya dengan menampilkan simbol-simbol, ritual atau wacana keagamaan semata.
Dengan memulai dari diri sendiri, kita memberikan keteladanan dan mengajak keluarga kita serta semua orang. Keteladanan berbuat baik yang tulus amat dibutuhkan masyarakat dalam mempertahankan kesejahteraan bangsa.
Marilah kita bekerja keras bersama siapa pun yang berniat baik, apa pun agama atau keyakinan, dengan ketulusan hati dan kasih sayang guna membantu siapa pun yang menjadi korban kegelapan batin. Dalam dunia yang sakit, yang sedang terancam kehancuran peradaban, yang diliputi kebutaan moral, kita tumbuhkan kasih sayang guna menolong semuanya dengan kebajikan.
Monday, September 3, 2007
Cahaya harapan mengikis kegelapan batin
digoreskan oleh
sayurs
pada
3:07 AM
6
komentar
Surat ijin
Kepala polisi suatu wilayah mengirimkan surat kepada salah satu ormas perihal demonstrasi yang akan dilaksanakan di depan kantor gubernur. Berikut petikannya:
Kepada Yth :
Saudara tercinta sesama warga negara,
Kami mengerti akan perasaan saudara mengenai korupsi yang terjadi di lingkungan pemerintahan negeri ini. Kami juga memahami permohonan ijin untuk berdemonstrasi ke kantor gubernuran untuk memprotes fenomena tersebut. Hal yang anda lakukan ini merupakan hal yang biasa di era reformasi ini. Disamping harus menyertakan daftar peserta demo alangkah baiknya saudara juga menjelaskan rute perjalanan saudara, agar dapat kami ketahui dan agar kami dapat "mengamankan" saudara dengan baik. Oleh karena itu saudara tercinta, pilihlah salah satu alat yang saudara senangi untuk "mengamankan" saudara di bawah ini :
- Pentungan
- Gas airmata
- Peluru tajam
Jika saudara tercinta ragu-ragu untuk memilihnya, maka kami dengan senang hati akan memilihkannya dan mempergunakan salah satu diantara alat di atas atau kombinasi dari seluruhnya.
Demikian untuk dapat dimengerti dan harap maklum.
Tertanda
Kepala Kepolisian
digoreskan oleh
sayurs
pada
2:32 AM
6
komentar
Subscribe to:
Posts (Atom)

