Surti bersama tetangganya, Tukinem mengunjungi pak Karto yang sedang sakit. Ada kelainan yang cukup serius pada jantungnya.
Kata Surti (maksudnya membesarkan hati),
“Tidak usah kuatir, pak, suami saya juga dulu penyakitnya sama kok dengan bapak.”
“O, ya, suamimu juga punya penyakit jantung kayak saya?” tanya pak Karto.
“Iya. Lha wong tanda-tandanya, juga sama kok.,” kata Surti lagi
“Sekarang suamimu sudah sembuh?”
“Sudah meninggal.”
Begitulah, jujur memang baik. Tapi jujur tanpa diimbangi kebijaksanaan jadinya malah bodoh.
Ibarat ketulusan tanpa kecerdikan.
Thursday, August 23, 2007
Jujurnya..
digoreskan oleh
sayurs
pada
2:23 AM
7
komentar
Tuesday, August 21, 2007
Sahabat, Persahabatan...
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan tumbuh bersama karenanya. Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
Masihkah ingat kapan terakhir kali kita berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kita? Siapa yang ingin bersama kita kala kita tak bisa memberikan apa-apa ? Dia / mereka adalah SAHABAT kita.
digoreskan oleh
sayurs
pada
1:15 AM
9
komentar

